Selasa, 07 Januari 2014

PHP


1.Pengertian PHP
PHP adalah singkatan dari "PHP: Hypertext Preprocessor", yang merupakan
sebuah bahasa scripting yang terpasang pada HTML. Sebagian besar sintaks mirip
dengan bahasa C, Java dan Perl, ditambah beberapa fungsi PHP yang spesifik.
Tujuan utama penggunaan bahasa ini adalah untuk memungkinkan perancang web
menulis halaman web dinamik dengan cepat.
Hubungan PHP dengan HTML
Halaman web biasanya disusun dari kode-kode html yang disimpan dalam
sebuah file berekstensi .html. File html ini dikirimkan oleh server (atau file) ke
browser, kemudian browser menerjemahkan kode-kode tersebut sehingga
menghasilkan suatu tampilan yang indah. Lain halnya dengan program php, program
ini harus diterjemahkan oleh web-server sehingga menghasilkan kode html yang
dikirim ke browser agar dapat ditampilkan. Program ini dapat berdiri sendiri ataupun
disisipkan di antara kode-kode html sehingga dapat langsung ditampilkan bersama
dengan kode-kode html tersebut. Program php dapat ditambahkan dengan mengapit
program tersebut di antara tanda . Tanda-tanda tersebut biasanya disebut
tanda untuk escaping (kabur) dari kode html. File html yang telah dibubuhi program
php harus diganti ekstensi-nya menjadi .php3 atau .php.
PHP merupakan bahasa pemograman web yang bersifat server-side
HTML=embedded scripting, di mana script-nya menyatu dengan HTML dan berada
si server. Artinya adalah sintaks dan perintah-perintah yang kita berikan akan
sepenuhnya dijalankan di server tetapi disertakan HTML biasa. PHP dikenal sebgai
bahasa scripting yang menyatu dengan tag HTML, dieksekusi di server dan
digunakan untuk membuat halaman web yang dinamis seperti ASP (Active Server
Pages) dan JSP (Java Server Pages).
PHP pertama kali dibuat oleh Rasmus Lerdroft, seorang programmer C.
Semula PHP digunakannya untuk menghitung jumlah pengunjung di dalam webnya.
Kemudian ia mengeluarkan Personal Home Page Tools versi 1.0 secara gratis. Versi
ini pertama kali keluar pada tahun 1995. Isinya adalah sekumpulan script PERL yang
dibuatnya untuk membuat halaman webnya menjadi dinamis. Kemudian pada tahun
1996 ia mengeluarkan PHP versi 2.0 yang kemampuannya telah dapat mengakses
database dan dapat terintegrasi dengan HTML.
Pada tahun 1998 tepatnya pada tanggal 6 Juni 1998 keluarlah PHP versi 3.0
yang dikeluarkan oleh Rasmus sendiri bersama kelompok pengembang softwarenya..
Versi terbaru, yaitu PHP 4.0 keluar pada tanggal 22 Mei 2000 merupakan
versi yang lebih lengkap lagi dibandingkan dengan versi sebelumnya. Perubahan
yang paling mendasar pada PHP 4.0 adalah terintegrasinya Zend Engine yang dibuat
oleh Zend Suraski dan Andi Gutmans yang merupakan penyempurnaan dari PHP
scripting engine. Yang lainnya adalah build in HTTP session, tidak lagi menggunakan
library tambahan seperti pada PHP. Tujuan dari bahasa scripting ini adalah untuk
membuat aplikasi-aplikasi yang dijalankan di atas teknologi web. Dalam hal ini,
aplikasi pada umumnya akan memberikan hasil pada web browser, tetapi prosesnya
secara keseluruhan dijalankan web server.
Kelebihan PHP
Ketika e-commerce semakin berkembang, situs-situs yang statispun semakin
ditinggalkan, karena dianggap sudah tidak memenuhi keinginan pasar, padahal situs
tersebut harus tetap dinamis. Pada saat ini bahasa PERL dan CGI sudah jauh
ketinggalan jaman sehingga sebagian besar designer web banyak beralih ke bahasa
server-side scripting yang lebih dinamis seperti PHP.
Seluruh aplikasi berbasis web dapat dibuat dengan PHP. Namun kekuatan
yang paling utama PHP adalah pada konektivitasnya dengan system database di
dalam web. Sistem database yang dapat didukung oleh PHP adalah :

1. Oracle
2. MySQL
3. Sybase
4. PostgreSQL
5. dan lainnya
sumber:http://koplarpudak.blogspot.com/
2. Syarat untuk Menjalankan PHP

Syarat untuk Menjalankan PHP
 Untuk dapat berjalan, PHP membutuhkan web server, yang bertugas untuk memproses file-file php
 dan mengirimkan hasil pemrosesan untuk ditampilkan di browser client. Oleh karena itu, PHP
 termasuk server-side scripting (script yang diproses di sisi server). Web server sendiri adalah
 software yang diinstall pada komputer lokal ataupun komputer lain yang berada di jaringan
 intranet / internet yang berfungsi untuk melayani permintaan-permintaan web dari client. Web
 server yang paling banyak digunakan saat ini untuk PHP adalah “Apache” (www.apache.org). Selain
 Apache, PHP juga memerlukan PHP binary (www.php.net) yang bisa dikonfigurasikan sebagai
 modul Apache atau pun sebagai aplikasi CGI. Untuk media penyimpanan datanya (database server),
 PHP biasa menggunakan ”MySQL” (www.mysql.com).
 Untuk menginstall dan mengkonfigurasi ketiga software tersebut (Apache, MySQL, PHP) agar dapat
 berjalan dan saling terhubung, memang cukup sulit. Maka dari itu dibuatlah paket software LAMP,
 XAMPP, MAMP, WAMP, dll yang tinggal kita install dalam satu kali installasi. Dalam satu kali
 installasi, sudah mencakup ketiga software tersebut dan sudah dikonfigurasi untuk keperluan
 lingkungan pengembangan aplikasi web. Sehingga, programmer web hanya tinggal menulis
 program PHP dan langsung menjalankan / mengetest program yang ditulis tersebut melalui web
 browser. Untuk mendapatkan paket software web server tersebut silakan download dari website
 yang bersangkutan (untuk XAMP)
sumber: http://fardiindrajaya.wordpress.com/syarat-untuk-menjalankan-php-3/

3.Kode program PHP bisa diselipkan dalam tag-tag HTML . Kode PHP diwali dengan tag <? atau <?php dan ditutup dengan tag ?>. File yang berisi tag HTML dan kode PHP ini diberi ekstensi .php atau ekstensi lain yang ditetapkan pada Apache server. Berdasarkan ekstensi ini, pada saat file diakses, server akan tahu bahwa file ini mengandung kode PHP. Server akan menjalahkan kode ini dan menghasilkan output dalam bentuk tag HTML yang diperkaya ke browser client.


Contoh Program :

<html>
<head>
<title>Listing 1</title>
</head>
<body>
<center>
<?
echo"Hello World from SMA Negeri 5";
?>
</center>
</body>
</html>


Ketik program diatas , lalu simpan pada direktori Anda (direktori ini ditetapkan di Apache -> C:\Appserv\www )

beri nama listing1.php, buka browser anda .

Hidupkan Apache dari Start ->Program ->Apache

ketikkan http://localhost/listing1.php , hasilnya akan diperoleh seperti berikut :  link.

Hello World from SMA Negeri 5


Contoh program

 <html>
<head>
<title>Listing 2 </title>
</head>
<body>
<center>
<?
echo "Selamat datang di <b>PHP</b>";
?>
</center>
</body>
</html>


Simpan file tersebut dengan nama listing2.php, lalu buka dari browser, hasilnya adalah sbb:

Selamat datang di PHP

Apakah bisa dilihat perbedaan listing 1 dan listing 2?.

Bisa dilihat cara kerja interpreter PHP bekerja, yaitu dengan mencari tanda pembuka tag PHP <?php atau <? pada baris program lalu mengkompilasi dan mengeksekusi teks didalamnya hingga tag penutup php ditemui ?>. Untuk mode HTML yang disimpan sebagai script .php, maka interpereter PHP tidak akan memproses apapun karena tag php tidak terdapat dalam baris programnya.





Escaping Tags

Tag <?php ..?> dikenal juga sebagai PHP escaping tags, karena tag <?php akan mengubah mode pembacaan dari mode HTML ke mode PHP, yang artinya tiap baris didalamnya akan dieksekusi oleh engine PHP.


Ada 3 (tiga) macam escaping tags PHP:

PHP Escape Tags :

Ini adalah long form tags
 Ini adalah contoh tags : short form tags
 Ini untuk Anda yang menggunakan editor seperti Front Page


Source Halaman Ini :

<html>
<head>
<meta http-equiv="Content-Language" content="en-us">
<meta name="GENERATOR" content="Microsoft FrontPage 5.0">
<meta name="ProgId" content="FrontPage.Editor.Document">
<meta http-equiv="Content-Type" content="text/html; charset=windows-1252">
<title>PHP escape Tags</title>
</head>
<body>
<p style="line-height: 100%; margin-left: 18; margin-right: 10; margin-top: 0; margin-bottom: 0" align="left">
&nbsp;</p>
<p style="line-height: 100%; margin-left: 18; margin-right: 10; margin-top: 0; margin-bottom: 0" align="left">
&nbsp;</p>
<p style="line-height: 100%; margin-left: 18; margin-right: 10; margin-top: 0; margin-bottom: 0" align="left">
&nbsp;</p>
<p style="line-height: 100%; margin-left: 18; margin-right: 10; margin-top: 0; margin-bottom: 0" align="left">
&nbsp;</p>
<div align="center">
<center>
 <table border="1" cellpadding="0" cellspacing="0" style="border-collapse: collapse" bordercolor="#111111" width="527" id="AutoNumber1">
 <tr>
 <td width="525">
 <p style="margin-left: 5"><font face="Arial" size="2">PHP Escape Tags :
 </font></p>
 <p style="margin-left: 5"><font face="Arial" size="2"><?php echo "Ini adalah long form tags";?> <br>
<? echo "Ini adalah contoh tags : short form tags";?> <br>
<% echo "Ini adalah tags gaya ASP";
%>
<br>
<script language="php">
echo"Ini untuk Anda yang menggunakan editor seperti Front Page";
</script>
</font></td>
 </tr>
 <tr>
 <td width="525"><hr color="#800000" size="1"></td>
 </tr>
 <tr>
 <td width="525">
 <p style="margin-left: 5"><font face="Arial" size="2">&nbsp;Source Halaman
 Ini :</font></p>
 <p style="margin-left: 5"><font face="Arial" size="2"><?php
 show_source("escape.php");
 ?>
 </font></p>
 <p>&nbsp;</p>
 <p>&nbsp;</td>
 </tr>
 </table>
 </center>
</div>
</body>
</html>


Beberapa hal yang harus dicermati dalam menulis script PHP :
Tag  penutup PHP bisa digunakan untuk menggantikan tanda titik koma ;
Tanda titik koma ( ; ) digunakan untuk mengakhiri baris program
Spasi, spasi tidak berpengaruh pada baris perintah , hal ini untuk memudahkan dalam membaca baris program yang dibuat.

Komentar Program di PHP ada 3 (tiga) macam / gaya yang didukung:

1. C style, komentar diwaali dengan tag /* dan diakhiri dengsn */ , style ini digunakan untuk komentar yang lebih dari satu baris, contoh : klik disini.

2. C++ style, komentar ini diawali dengabn tag // dan hanya berlaku untuk sartu baris komentar, untuk baris berikutnya harus diawali tag // lagi

3. Bourne shell style, diwali dengan tag # untuk satu baris komentar



Gaya Pemrograman

Ø Penulisan Program

PHP membedakan antara huruf kecil dan huruf besar untuk penulisan variabel , jadi varibel $b berbeda dengan variabel $B. Aturan ini hanya berlaku untuk variabel saja sedang untuk nama fungsi, PHP tidak membedakan antara huruf kecil dan huruf besar.

Ø PHP Weakly Typed

PHP adalah bahasa yang weakly-typed, Dalam bahasa pmrograman seperti C atau C++, setiap variabel yang akan digunakan terlebih dahulu harus dideklarasikan tipenya dengan format seperti :


int a, char nama[20] atau float b.


Dalam PHP hal itu tidak diperlukan , hanya saja nantinya jika diperlukan operasi yang memerlukan perhitungan atau ketepatan data yang akurat perlu adanya sedikit penyesuaian variabel (casting) ke tipe sesuai.
Sumber: http://tuxaruna.wordpress.com/2008/07/18/bab-i-pengenalan-photoshop/

Tidak ada komentar:

Posting Komentar